Juru Bicara Pancasila Bengkulu Lihat Persoalan Kesejahteraan ... | Liputan 24 Bengkulu
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Juru Bicara Pancasila Bengkulu Lihat Persoalan Kesejahteraan ...

Posted by On 4:40 PM

Juru Bicara Pancasila Bengkulu Lihat Persoalan Kesejahteraan ...

Juru Bicara Pancasila Bengkulu Lihat Persoalan Kesejahteraan Belum Merata

Sebanyak 40 orang kaum milenial berkumpul di kegiatan Pelatihan Juru Bicara Pancasila sesi ke-15 yang digelar Komunitas Bela Indonesia.

Juru Bicara Pancasila Bengkulu Lihat Persoalan Kesejahteraan Belum MerataIstimewaPelatihan Juru Bicara Pancasila di Bengkulu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -Sebanyak 40 orang kaum milenial berkumpul di kegiatan Pelatihan Juru Bicara Pancasila sesi ke-15 yang digelar Komunitas Bela Indonesia.

Acara digelar di Raffles City Hotel, Bengkulu, selama empat hari tiga malam, mulai Jumat (2/11/2018) hingga Senin (5/11/2018).

Dalam keteranga n yang diterima Tribunnews.com, salah satu persoalan yang menjadi perhatian mayoritas peserta adalah tentang keadilan dan kesejahteraan yang masih belum merata.

Mereka melihat bahwa tindak kriminal dan konflik yang mengancam keamanan di Bengkulu masih sering terjadi dan hal ini sangat berkaitan dengan tingkat kesejahteraan masyarakat.

“Pemerintah harus lebih mengupayakan pemerataan ekonomi sehingga masalah konflik, korupsi dan kriminalitas dapat ditekan serendah mungkin,” papar salah satu peserta, Minggu (4/11/2018).

Semakin sejahtera masyarakatnya, semakin rendah tingkat kriminalitasnya.

Di samping itu, peserta juga mengangkat pengamalan Pancasila sebagai jalan tengah atas berbagai persoalan yang ada.

Fasilitator pelatihan, A. Hairul Umam mengatakan bahwa kampanye semangat pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam keseharian juga penting sehingga bisa membantu dalam mengonter berbagai tindak kriminal.

Ada satu buku penting yang dibagikan k e tiap peserta pelatihan, yakni buku berjudul Rumah Bersama Kita Bernama Indonesia, yang ditulis oleh Denny JA dan Tim.

Dalam buku tersebut dijelaskan bahwa selama 13 tahun terakhir, dukungan warga terhadap Pancasila menurun sekitar 10 persen. Di sisi lain, di era yang sama, pendukung NKRI bersyariah naik 9 persen. 13 tahun kemudian, publik yang pro NKRI bersyariah tumbuh dari 4,6% (2005) menjadi 13,2% (2018).

Halaman selanjutnya 12
Editor: Ferdinand Waskita Ikuti kami di Video PilihanSumber: Berita Bengkulu

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »