Pertama muncul 33 tahun lalu, ritual tabot kembali digelar di Bengkulu | Liputan 24 Bengkulu
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Pertama muncul 33 tahun lalu, ritual tabot kembali digelar di Bengkulu

Posted by On 6:35 PM

Pertama muncul 33 tahun lalu, ritual tabot kembali digelar di Bengkulu

Syifa Fauziah 06 September 2018 06:33 Pertama muncul 33 tahun lalu, ritual tabot kembali digelar di Bengkulu

Ritual keagamaan yang dikembangkan jadi atraksi wisata.
Ritual Tabot di Bengkulu/foto: istimewa

Brilio.net - Setiap daerah di Indonesia pasti memiliki keindahan alam dan budaya yang bisa menjadi potensi wisata untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah tersebut. Namun sayangnya, masih banyak sekali daerah di Indonesia yang memiliki keindahan alam dan budaya yang tentu saja tidak banya k orang yang tahu.

Sebut saja Bengkulu. Meskipun berada di wilayah Sumatera yang hampir sebagian provinsinya sudah memiliki pasar wisatawan, Bengkulu ini berbeda. Masih banyak orang yang tidak tahu mengenai destinasi wisata dan budaya yang terdapat di Bengkulu, terutama wisatawan mancanegara.

Oleh sebab itu, melalui event Tabot Bengkulu 2018 diharapkan bisa menarik lebih banyak lagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang datang ke Bengkulu. Tabot sendiri merupakan ritual keagamaan yang sudah berkembang menjadi atraksi wisata.

"Perayaan Tabot ini sudah ada sejak tahun 1685, pertama kali dilaksanakan oleh Syekh Burhanuddin yang dikenal sebagai Imam Senggolo. Event ini selalu dinanti oleh banyak orang dan bisa menjadi magnet untuk para wisatawan," ujar plt Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah saat konfrensi pers di Kementerian Pariwisata, Rabu (5/9).

Pelaksanaan festival dan ritual Tabot Bengkulu ini dilaksanakan selama 10 hari, mulai tanggal 1 hingga 10 Muharam. Ritual tersebut dilaksanakan langsung oleh kelompok masyarakat yang dikenal dengan Kerukunan Keluarga Tabot (KKT) Bengkulu.

Di hari pertama dilaksanakan prosesi Mengambik Tanah (mengambil tanah), hari kedua prosesi Duduk Penja (mencuci jari-jari), hari ketiga Menjara (mengandun), hari keempat Meradai (mengumpulkan dana), dan hari kelima Arak Penja (mengarak jari-jari).

Dilanjutkan di hari keenam dengan prosesi Anak serban (mengarak sorban), hari ketujuh Gam (tenang atau berkabung), hari kedelapan Arak Gedang (taptu akbar), hari kesembilan Tabot bersanding dan hari kesepuluh sebagai puncak prosesi yaitu Tabot Tebuang (Pembuangan Tabot).

"Prosesi ritual ini diikuti oleh 10 Kabupaten Kota dari Provinsi Bengkulu. Ada juga pelombaan seperti lomba ikan-ikan, lomba telong-telong, lomba musik melayu khas Bengkulu dan perlom baan kreasi Musik Dol," tuturnya.

Dalam acara ini, Rohidin bersama pihaknya menargetkan adanya kunjungan wisatawan sebanyak 2.000 dari domestik dan 500 wisatawan dari mancanegara. Disamping itu, wisatawan juga tidak hanya menikmati Festivak Tabot saja tapi juga ada beberapa destinasi wisata yang bisa dikunjungi.

"Wisata sejarah kita banyak sekali, ada Fort Marlborough, rumah pengasingan Bung Karno, dan Rumah Fatmawati yang merupakan rumah Ibu Negara Pertama Republik Indonesia," jelasnya.

Sementara itu, Menteri Pariwisata sangat mengapresiasi dengan adanya kegiatan seperti ini yang diharapkan bisa mendatangkan banyak wisatawan. "Kami dari Kemenpar sangat mendukung acara ini sebagai event budaya unggulan," pungkasnya.

Recommended
  • Tirta Gangga, taman indah & tersembunyi di ujung timur Pulau Dewata
  • 10 Potret Embung Kledung Te manggung, mirip Danau Kawaguchi Jepang
  • Dari Labuan Bajo, jelajahi 5 destinasi cantik di kawasan Pulau Komodo
  • 5 Bekas pabrik di Indonesia ini diubah jadi tempat wisata, keren abis
  • Tak lagi lewat Medan, turis asing kini terbang langsung ke Danau Toba

(brl/pep)

YOU MAY ALSO LIKE

  • BRISIK with Akbarry Eps.1 - Polka Wars live Rangkum SEADANYA!
  • BRISIK Eps.1 - Polka Wa rs live Rangkum SEADANYA!
  • Brilio Belajar Sejarah Kemerdekaan
  • #JujurGaSih Eps. 1 - Boy William Hampir Gajadi Pacaran Sama Karen!?
More Videos
Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    100%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

Share This Article

To:

Cc:

Subject:

Pertama muncul 33 tahun lalu, ritual tabot kembali digelar di Bengkulu.
Ritual keagamaan yang dikembangkan jadi atraksi wisata.
https://www.brilio.net/jalan-jalan/perta ma-muncul-33-tahun-lalu-ritual-tabot-kembali-digelar-di-bengkulu-180905x.html SEND Mau artikelmu dibaca jutaan orang?
Yuk nulis di Brilio Creator

Yuk Gabung Sekarang
Untuk dapetin uang tunai
dari hobi menulismu

Ikutan Disini

WHAT DO YOU THINK

Sumber: Berita Bengkulu

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »