GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Mengenal Tradisi Tabot dalam Menyambut Tahun Baru Islam di ...

Mengenal Tradisi Tabot dalam Menyambut Tahun Baru Islam di ...

Tradisi Tabot merupakan acara mengenang gugurnya Imam Husein Bin Ali Abi Thalib ketika ditawan oleh tentara Yazid Bin Muawiyah di Padang Karbala, Irak.tirto.id - Menya…

Mengenal Tradisi Tabot dalam Menyambut Tahun Baru Islam di ...

Tradisi Tabot merupakan acara mengenang gugurnya Imam Husein Bin Ali Abi Thalib ketika ditawan oleh tentara Yazid Bin Muawiyah di Padang Karbala, Irak.tirto.id - Menyambut Tahun Baru Islam 1440H, Masyarakat Bengkulu memiliki tradisi yang dikenal dengan nama Tabot. Tahun ini perayaan Tabot Bengkulu akan dilaksanakan mulai dari Senin, 10 September- Kamis, 20 September 2018.
Endang Rochmiatun dalam tulisannya berjudul Tradisi Tabot pada Bulan Muharram di Bengkulu: Paradigma Dekonstruksi mengatakan beberapa literatur menuliskan bahwa upacara Tabot merupakan acara mengenang gugurnya Imam Husein Bin Ali Abi Thalib, cucu Nabi Muhammad SAW ketika ditawan oleh tentara Yazid Bin Muawiyah di Padang Karbala, Irak.
Secara historis, tradisi Tabot erat kaitannya dengan pertumbuhan dan perkembangan agama Islam, khususnya Islam Syi'ah di Bengkulu.
Tradisi Tabot dibawa oleh para pekerja Islam Syi’ah dari Madras dan Bengali, India bagian selatan, yang dibawa oleh tentara Inggris untuk membangun Benteng Marlborough (1713â€"1719).
Tradisi Tabot ini terdiri dari sembilan rangkaian acara. Pertama mulai dari menggambik tanah (mengambil tanah) tanah yang diambil harus mengandung unsur-unsur magis oleh karena itu harus diambil dari tempat keramat.
Kedua, Duduk Penja (mencuci jari-jari) Penja adalah benda yang terbuat dari kuningan, perak atau tembaga yang berbentuk telapak tangan manusia lengkap dengan jari-jarinya. Karenanya penja ini disebut juga dengan jari-jari.
Ketiga, Meradai (mengumpulkan dana) yang dilakukan oleh Jola (orang yang bertugas mengambil dana untuk kegiatan kemasyarakatan, biasanya terdiri dari anak-anak berusia 10â€"12 tahun). Acara Meradai diadakan pada tanggal 6 Muharam.
Keempat, Menjara (mengandun) artinya berkunjung atau mendatangi kelompok lain untuk beruji/bertanding dol, sejenis beduk yang terbuat dari kayu yang dilubangi tengahnya serta ditutupi dengan kulit lembu.
Tahap kelima adalah Arak Penja, yang mana penja diletakkan di dalam Tabot dan diarak di jalan-jalan utama Kota Bengkulu.
Tahap keenam merupakan acara mengarak penja yang ditambah dengan serban (sorban) putih dan diletakkan pada Tabot kecil.
Tahap ketujuh adalah Gam (tenang/berkabung), merupakan tahapan dalam upacara Tabot yang wajib ditaati. Tahap Gam merupakan saat di mana tidak diperbolehkan mengadakan kegiatan apapun.
Tahap kedelapan dilakukan pada tanggal 9 Muharam juga yang disebut dengan Arak Gendang. Tahap ini dimulai dengan pelepasan Tabot Besanding di gerga masing-masing.
Tahap terakhir dari keseluruhan rangkaian upacara Tabot disebut dengan Tabot Tebuang yang diadakan pada tanggal 10 Muharam.
Tabot berasal dari kata Arab, Tabut yang secara harfiah berarti kotak kayu atau peti. Tabot dikenal sebagai peti yang berisikan kitab Taurat Bani Israil, yang dipercaya jika muncul akan mendapatkan kebaikan, namun jika hilang akan mendapatkan malapetaka.
Saat ini, Tabot yang digunakan dalam upacara Tabot di Bengkulu berupa suatu bangunan bertingkat-tingkat seperti menara masjid, dengan ukuran yang beragam dan berhiaskan lapisan kertas warna warni.
Baca juga:
  • Libur Tahun Baru Islam: Sejarah Muharam & Suro Dirayakan Bersamaan

Baca juga artikel terkait TAHUN BARU ISLAM atau tulisan menarik lainnya Yantina Debora
Subscribe NowSumber: Berita Bengkulu

No comments