GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Kecam pembubaran demo di Bengkulu, mahasiswa geruduk Mabes ...

Kecam pembubaran demo di Bengkulu, mahasiswa geruduk Mabes ...

Merdeka > Peristiwa …

Kecam pembubaran demo di Bengkulu, mahasiswa geruduk Mabes ...

Merdeka > Peristiwa Kecam pembubaran demo di Bengkulu, mahasiswa geruduk Mabes Polri Kamis, 20 September 2018 16:45 Reporter : Merdeka Demo Mahasiswa di Mabes Polri. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Puluhan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ciputat, Tangerang Selatan menggelar aksi unjuk rasa di depan Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (2 0/9) siang.

BERITA TERKAIT
  • Prihatin Rupiah anjlok, mahasiswa geruduk kantor Sri Mulyani
  • Gelar aksi tolak UU MD3, mahasiswa Purwokerto nilai DPR membunuh demokrasi
  • Kasus e-KTP, mahasiswa sebut Fahri dan Fadli ingin selamatkan Setnov

Mereka menuntut Polri meminta maaf atas tindakan represif yang dilakukan aparat kepolisian untuk membubarkan demo mahasiswa yang terjadi di beberapa daerah. Salah satu yang paling disorot yakni pembubaran demo mahasiswa di Gedung DPRD Bengkulu.

Aksi demonstrasi tersebut sempat diwarnai kericuhan. Massa yang ingin aspirasinya didengar nekat membakar ban. Namun api dengan cepat berhasil dipadamkan oleh petugas kepolisian. Situasi pun berangsur kondusif.

Selain meminta maaf, HMI Cabang Ciputat juga menuntut pertanggungjawaban Polri atas jatuhnya korban akibat kekerasan yang diterima peserta unjuk rasa. Polri juga diminta tunduk dan patut pada Peraturan Kepolisian Nomor 9 Tahun 2008.

Menurut mereka, dalam aturan itu telah diatur secara gamblang tentang peran dan fungsi polisi sebagai aparat dalam menjalankan tugasnya.

Saat berorasi di depan Mabes Polri, massa berulang kali menyerukan kekecewaannya atas tindakan represif aparat kepolisian terhadap kader HMI Cabang Bengkulu yang menggelar unjuk rasa di Gedung DPRD Bengkulu pada Selasa 18 September 2018 lalu.

Mereka juga menyatakan bahwa demokrasi menjamin kebebasan berpendapat di muka umum serta menyampaikan aspirasi kepada pemerintah.

"Dalam hal ini kami tidak akan diam dan menyatakan sikap bahwa tindakan represif aparat tidak dibenarkan dalam kaca mata mana pun," kata salah seorang orator.

Polri Usut

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, pihaknya belum bisa mengambil sikap terkait tuntutan mahasiswa tersebut. Namun dia menegaskan, Polda Bengkulu tengah mengusut dugaan pelanggaran pada pembubaran massa demonstran tersebut.

"Kita belum bisa menilai. Sumir nanti kalau kita buru-buru. Masih ditangani secara internal oleh Polda Bengkulu. Ini kan melalui assessment juga apakah betul itu ada suatu bentuk pelanggaran oleh aparat terhadap pengamanan pengunjuk rasa atau tidak," ucap Dedi di Mabes Polri.

Jika terbukti ada pelanggaran prosedur saat mengamankan unjuk rasa tersebut, Polri memastikan akan menindak tegas oknum anggotanya.

"Ya itu sudah komitmen kita. Setiap pelanggaran yang dilakukan oleh anggota tentunya ada sanksi hukumnya," kata Dedi.

Namun Polri enggan terburu-buru menyimpulkan apakah ada pelanggaran atau tidak. Saat ini, tim masih bekerja mengusut dugaan pelanggaran pada pengamanan demo di Gedung DPRD Bengkulu tersebut.

Reporter: Nafisyul Qodar
Sumber : Liputan6.com [rhm]

Baca Juga:
Demonstran pro dan kontra Jokowi di Medan bentrok, sejumlah mahasiswa dia mankanKoalisi Prabowo prihatin polisi represif dalam dedemomo mahasiswa di BengkuluHMI Kota Medan beri rapor merah pemerintahan JokowiTersangka penyebar hoaks demo rusuh di MK jadi 7 orangMoeldoko minta mahasiswa pendemo Jokowi bicara berdasarkan dataRusak fasilitas di 'Rumah Banjar', enam mahasiswa jadi tersangka
Topik berita Terkait:
  1. Demo
  2. Demo Mahasiswa
  3. Liputan6.com
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini
  • Kemenko PMK koordinasikan penyusunan rencana aksi nasional rehab rekon usai gempa NTB

  • Inklusi sosial wujudkan keadilan dalam pembangunan nasional

  • Menko PMK minta generasi muda jadi pionir pengelolaan sampah

Rekomendasi

Sumber: Berita Bengkulu

No comments