Festival Tabut tradisi turun temurun Bengkulu | Liputan 24 Bengkulu
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Festival Tabut tradisi turun temurun Bengkulu

Posted by On 9:22 AM

Festival Tabut tradisi turun temurun Bengkulu

Tarian tradisonal dan berbagai aktraksi menarik lain ditampilan pada Festival Tabut Bengkulu.
Tarian tradisonal dan berbagai aktraksi menarik lain ditampilan pada Festival Tabut Bengkulu. | Lucky vectorstudio /Shutterstock

Bengkulu tidak hanya memiliki kekayaan alami yang berpotensi menarik wisatawan domestik dan mancanegara. Namun, kekuatan wisata religi yang penuh dengan filosofi budaya juga menjadi daya tarik tersendiri.

Oleh karena itu, Festival Tabut akan kembali digelar untuk kesekian kalinya di Bengkulu pada pertengahan 10-20 September, seperti dilansir Liputan6.com.

Festival Tabut 2018 diadakan sebagai manifestasi kecintaan sekaligus mengenang kisah kepahla wanan dan kematian cucu Nabi Muhammad SAW, Husein bin Ali bin Abi Thalib.

Husein meninggal dalam peperangan dengan pasukan Ubaidillah bin Zaid di Padang Karbala, Irak pada 10 Muharam 61 Hijriah (681 M).

Upacara Tabut kali pertama dilaksanakan di Bengkulu oleh Syekh Burhanuddin pada tahun 1985. Kemudian, Syekh menikah dengan wanita Bengkulu yang keturunannya disebut Kerukunan Keluarga Tabut (KKT).

Ritual yang telah diwariskan kepada masyarakat Bengkulu ini pun diabadikan sebagai upacara tradisional suku Melayu Bengkulu. Tradisi ini terus dipertahankan keberadaannya turun temurun hingga kini.

Bahkan, pemerintah telah menjadikannya sebagai agenda tahunan yang diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dalam dan luar negeri untuk datang ke Bengkulu.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Yudi Satria, menjelaskan inti dari festival yang digelar selama 10 hari itu merupakan simbol mengumpulkan semua bagian tubuh Husein yang kemudian diarak d an dimakamkan di Padang Karbala.

"Tradisi ini berawal dari keturunan Husein. Saat Husein meninggal yang tersisa adalah satu anak laki-laki dan ada beberapa yang perempuan. Zainal Abidin inilah yang beranak-pinak," kata Yudi ditulis Detik.com.

Dalam Festival Tabut nanti berlangsung dengan beberapa urutan. Biasanya dibuka dengan ritual pengambilan tanah oleh anggota KKT Bengkulu dan diakhiri dengan ritual “tabut tebuang” atau pembuangan tabut.

Dinukil Antara.com, urutan mulai dari mengambik (mengambil) tanah, duduk penja, meradai, merajang, arak penja, arak serban, gam yang berarti masa tenang atau berkabung, arak gedang, dan tabut terbuang.

Festival Tabut juga menyuguhkan kegiatan lain selain prosesi, seperti misalnya, sejumlah kontes yang harus dimenangkan setiap tahun, yaitu, lomba kereta kuda tradisional dan pertunjukan tarian Tabut.

Akan disuguhkan juga berbagai atraksi dan bentuk seni serta budaya khas Bengkulu. Tidak hanya i tu, festival yang berlangsung selama 10 hari ini juga nantinya akan dimeriahkan dengan pameran produk unggulan daerah.

Untuk menyukseskan festival tahunan ini Bengkulu pun sudah melakukan berbagai persiapan matang.

Dikatakan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah, MMA, targetnya festival Tabut tahun 2018 menjadi lebih semarak.

Persiapan preventif sudah dilakukam mulai dari hal terkecil, misal gangguan jaringan listrik. Tujuannya, jangan sampai menganggu arak-arakan Tabut. Hal ini dilakukan karena Festival Tabut sudah menjadi festival utama Bengkulu sekaligus TOP 100 event wisata skala nasional.

Objek wisata menarik di Bengkulu

Selain hadir dan menyaksikan Festival Tabut, wisatawan juga bisa menikmati berbagai objek wisata menarik di Bengkulu.

Seperti Monumen Parr, Rumah Pengasingan Bung Karno dan Masjid Jamik yang didesain oleh Bung Karno.

Bengkulu juga memiliki Kampung Cina dan objek wisata alam seperti Pantai Tapak Paderi, Pelabuhan Baai.

Lalu, tak ketinggalan, wisata kuliner yang laik untuk dicicipi, sebut saja tempoyak, makanan yang dibuat dari fermentasi durian.

Ada juga lontong tunjang yang kaya akan rempah-rempah yang merupakan menu sarapan khas Bengkulu.

Bahan utamanya adalah lontong dan tunjang sapi yang disajikan dengan santan kental dan kerupuk. Untuk menikmati lontong tunjang wisatawan bisa datang ke Jalan Kapuas Raya, Bengkulu.

Jika Anda ingin datang ke Bengkulu dan menyaksikan langsung festival ini aksesnya mudah.

Sebab, kini sudah tersedia penerbangan langsung setiap hari dari Jakarta menuju Bengkulu sebanyak enam kali sehari dengan Lion Air, Sriwijaya Air, Citilink, dan Garuda Indonesia.

Sedangkan perjalanan melalui jalur darat, wisatawan dapat menggunakan bus antar provinsi dari lintas barat dan timur. Perjalanan melalui jalur lintas barat dimulai dari Jakarta ke Bandar Lampung melalui hutan tropis yang lebat dari Liwa, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, dan Krui.

Sumber: Berita Bengkulu

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »